Sunnah Sebelum Tidur Menurut Islam



Rasulullah adalah tuntutan dari umat islam yang segala perilaku dan moralitasnya adalah bagian dari teladan yang harus diikuti oleh umat islam. Aturan islam dan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah selalu memiliki tujuan dan hal pemecahan masalah yang ingin diselesaikan. Mencontoh sunnah Rasul tentu saja tidak akan sama sekali merugikan manusia. Tidak ada Sunnah Rasulullah yang berusaha menjerumuskan manusia namun membawa manusia ke jalan kebenaran.
Aturan islam tentu saja tidak akan ada yang merugikan sedikitpun pada manusia. Hal ini sebagai bagian dari fungsi iman kepada Allah SWT dan manfaat beriman kepada Allah SWT.  Orang-orang beriman akan merasakan manfaatnya melaksanakan perintah dan anjuran Rasullullah. Hal ini pun menjadi bagian dari keutamaan cinta kepada Rasulullah bagi ummat islam yang mengamalkan sunnahnya. Untuk itu fungsi agama  dan fungsi Al-Quran bagi umat manusia adalah mengatur dan menuntun manusia agar benar kehidupannya.
Termasuk dalam hal tidur, Rasulullah memberikan tuntunannya sebelum umat islam melakukan istirahatnya. Tentu saja umat islam alangkah lebih baiknya jika melakukannya sebelum tidur sebagaimana Rasullah lakukan. Hal tersebut akan dijelaskan dalam artikel kali ini.

Fungsi Tidur dalam Kehidupan Manusia

Tidur adalah salahj satu aktivitas manusia. Walaupun saat itu manusia dalam keadaan tidak sadar dan juga tidak melakukan berbagai aktifitas gerak yang tinggi, namun saat tidur manusia masih bernafas, fungsi organ-organ dan tubuh lainnya masih juga berfungsi. Untuk itu secara substansi, manusia masih dapat dikatakan beraktivitas dalam proses tubuhnya.
Selain untuk beristirahat, tidur juga dapat berfungsi untuk mengatur ritme kerja jantung. Ketika manusia beraktivitas berat maka aktivitas jantung pun juga semakin berat dan adrenalin meningkat. Ketika tidur, aktivitas kerja jantung menjadi lebih normal bahkan santai karena tidak ada tekanan pikiran atau aktivitas berat yang menyertainya. Untuk itu, hal ini juga menjadi waktu jantung beristirahat.
Begitupun dengan hal pikiran atau aktivtias otak. Saat tidur, yang bekerja hanyalah pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar adalah memori yang tersimpan dan tentu bekerja secara acak tanpa kesadaran manusia. Saat itu pikiran kita pun beristirahat sejenak, sehingga ketika sudah diistirahatkan pikiran manusia bisa lebih kencang digunakan untuk esok harinya.
Tidur juga tentunya sebagai bagian dari aktivitas yang menunjang pada Tujuan Penciptaan Manusia dalam Islam, Hakikat Penciptaan Manusia menurut Pandangan Islam, Konsep Manusia dalam Islam, proses penciptaan manusia menurut Islam. Tentu saja jika dilalaikan akan membuat aktivitas melaksanakan tujuan hidup manusia sebagai khalifah fil ard akan terganggu.

Hal-Hal yang Dianjurkan Rasulullah Sebelum Tidur

Hal-hal berikut adalah aktivitas yang dianjurkan Rasulullah kepada umat islam sebelum tidur. Selain menenangkan jiwa tentu juga menjaga kesehatan tubuh. Tentunya berharap ketika bangun tidur bisa lebih fresh dan siap untuk menjalani aktivitas lagi sebagaimana aktivitas dalam kehidupan dan ibadah manusia. Berikut adalah beberapa sunnah sebelum tidur :
  1. Tidur dalam Kondisi Berwudhu
Dianjurkan bagi umat islam untuk melaksankana wudhu sebelum ia tidur. Hal ini tentu menjaga kesucian diri sekaligus memelihara jiwa kita agar tetap dalam kondisi yang bersih secara fisik dan jiwa. Untuk itu, wudhu adalah hal yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Tidur dalam Posisi Berbaring ke Kanan
Sebagaimana dijelaskan dalam hadist di atas, maka berbaring ke sebelah kanan adalah hal yang dianjurkan oleh Rasullulah SAW. Selain itu dalam aspek kesehatan berbaring ke sebelah kanan dapat menjaga aktivitas jantung lebih terjaga karena tidak memikul beban berat dan tertindih badan.
Aktivitas jantung yang lebih terjaga dapat membuat segar dan fit saat bagun di pagi hari. Bahkan, bagi muslim yang ingin bangun lebih awal untuk shalat malam pun juga lebih sehat ketika aktivitas jantung saat tidur bisa berjalan normal.
  1. Membaca Doa Sebelum Tidur
Sebelum tidur Rasulullah mengajarkan untuk membaca doa sebelum tidur. Islam mengajak umatnya untuk senantiasa berdoa kapan dan dimanapun aktivitas itu akan dimulai dan diakhiri. Hal ini menunjukkan bahwa setiap dari aktivtias manusia yang beriman semuanya semata-mata dijalankan untuk beribadah kepada Allah saja. Maka itu saat mulai atau mengakhiri membaca doanya.
Doa sebelum tidur adalah: “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.
Hal ini sebagaimana dalam hadist berikut, dari Hudzaifah, ia berkata, “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari)
  1. Tidur di Awal Malam
Tidur di awal malam adalah waktu yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Tidur di awal malam dapat membuat seorang muslim bangun lebih awal untuk shalat malam dan shalat subuh yang tidak tertinggal. Tidur yang terlalu larut membuat manusia lelah dan lesu di pagi harinya. Selain itu juga bangun kesiangan akibat tidur terlalu larut dapat membuat aktivitas jantung tidak sehat dan memperlambat mekanisme alami dalam tubuh.
Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadist berikut, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari)
Selain itu, para ulama pun memiliki pendapat yang sama. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Baththol, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, Asy Syamilah)
Tidur memang aktivitas alami manusia yang mungkin jarang terpikirkan atau direncanakan. Namun manfaat dan efek dari tidur bukan hal sepele yang jika dilalaikan akan membuat manusia tidak sehat dan kealamian tubuhnya dapat rusak. Untuk itu, wajib bagi umat islam untuk mengatur tidurnya sesuai dengan anjuran Rasulullah diatas.




Sumber : dalamislam.com


via Bin Usrah
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment